Awal ku tahu LDK “UF“
Sudah tiga tahun silam yang lalu awal-awal ku masuk di kampus jingga, IAIN ”Sultan Maulana Hasanuddin“ Banten, tak jauh berbeda keelokan namaku tercatat sebagai anggota LDK ”UF“. Hampir pupus memori ingatan ini mengulang masa-masa itu dalam skeneario cerita di lembaran awal ku singgah di kampus ini. Namun kan kucoba urai kembali kenangan masa itu, untuk mengenang jejak-jejak kehidupan di masa lalu.
Testing penerimaan mahasiswa baru usai ku lakukan di kampus ini, yang pada saat itu diikuti seribu lebih calon mahasiswa yang mendaftarkan diri sebagai peserta test masuk. Beberapa pekan kemudian, Alhamdulillah, terpampanglah nama kepanjanganku beserta nomor peserta test di papan pengumuman tepat di depan gedung rektorat samping kanan. Rasa senang dan gembira kian menyatu menjadi kebahagiaan yang tak terkira kala itu sebagai pejuang yang lolos dari halang rintang hingga kemudian menjadi mahasiswa di jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Akan tetapi, perjuangan itu tidak cukup sampai di sana, melainkan meski ikut serta juga dalam program orientasi kampus yang merupakan program wajib untuk mahasiswa baru ataupun mahasiswa lama yang belum mengikutinya. Orientasi pengenalan kampus yang diselenggarakan saat itu bernama OPEKA’07 (Orientasi Pengenalan Akademik tahun 2007). Dengan hati bertanya-tanya dan rasa penasaran ingin mengetahui kampus yang tengah ku duduki saat itu lebih jauh lagi, baik dari segi akademis, letak geografis maupun seluruh organisasi atau unit kegiatan mahasiswa yang terdapat di dalamnya, dan akhirnya bersegeralah ku berniat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta OPEKA’07 yang kemudian disambung dengan persiapan segala persyaratan dan kebutuhan hingga waktu pelaksanaan tiba.
Cikal bakal ku tahu UKM LDK “UF“ telah nampak ketika mengikuti program orientasi itu. Hari demi hari kulalui dengan penuh penghayatan hingga datang saat-saat yang menggembirakan dan dinanti-nantikan, yaitu tatkala seluruh organisasi dan unit kegiatan mahasiswa menunjukkan kehebatan dan kebolehannya di depan peserta OPEKA’07 yang mengundang mahasiswa baru untuk bergabung di dalamnya. Namun dari sekian banyak organisasi dan UKM yang tampil di atas pentas, ada satu UKM yang mampu menggetarkan jiwaku akan pesona dan paras wibawa para organisatornya. MC pun memanggil mereka dengan suara menggema dan penuh kesemangatan di Auditorium yang sesak akibat penuhnya peserta. Kemudian mereka bergegas merasuk ke dalam Auditorium itu dengan barisan yang rapi dan teratur bagai prajurit yang siap bertempur di medan perang perjuangan. Sang protokol langsung mengambil alih acara dan memandu dari mulai pembukaan, perkenalan, penampilan-penampilan kreatifitas mereka hingga tanya jawab. Dan yang paling berkesan dan cukup memikat hati dari penampilan-penampilan itu adalah kreasi Nasyid yang seakan-akan hati ini terseret untuk bergabung dalam pementasan itu. Ternyata UKM itu bernama Lembaga Dakwah Kampus “Ummul Fikroh“ IAIN “SMH“ Banten.
Beginilah Seharusnya Cinta..
Cinta…, kata ini terdengar begitu indah nan syahdu pada setiap jiwa yang mendengar bisikannya, ia senantiasa datang kepada setiap insan yang hidup dan tumbuh berkembang di muka bumi ini. Pada bab ini tak sedikit orang membicarakannya karena cinta adalah fantasi hidup yang telah dianugerahkan Allah SWT Yang Maha Indah kepada seluruh makhluk-Nya di alam jagat raya ini. Cinta itu amatlah suci dan fitrah yang juga secara haq diberikan kepada umat manusia hingga kehidupan ini terasa indah, damai, tentram, bahagia dan mempesona atas keagungan yang terpancar di relung jiwa manusia. Sungguh hebat kekuatan cinta ini, mampu mengubah tatanan hidup dan kehidupan kita, dari masa ke masa, dari generasi ke generasi bahkan dapat membolak balikkan stabilitas hati dan perasaan kita dari yang sedih menjadi senang, dari yang sulit menjadi mudah, dari yang berat menjadi ringan, dari yang malas menjadi semangat, dari yang lemah menjadi kuat dan lain sebagainya. Sehingga akan memberikan kebahagiaan yang sejati dan abadi di dunia dan bermakna di akhirat kelak nanti.
Namun, tak sedikit orang mengartikan dan memandang cinta sebagai bagian dari pada fitrah dan anugerah Allah SWT yang betul-betul meski dijaga, dipelihara, senantiasa disiram serta ditumbuhkembangkan dengan ayar-ayat-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rosul sebagai panduan hidup dan undang-undang kehidupan. Tapi kebanyakan mereka menganggap bahwa cinta datang membawa kesenangan diri yang teramat dahsyat dalam kehidupannya yang tiada batas. Secara tidak sadar mereka mempergunakannya sebagai pelampiasan nafsu angkara terhadap apa yang ia sedang cintai. Sehingga mereka terkadang jatuh terperanjat akan buaian keindahannya ke lembah kemusyrikan, kedzoliman, kejahatan, dan bahkan kemaksiatan. Dan terkadang pula dibuatnya mabuk kepayang di rundung asmara hingga terseret dalam lembah perzinahan. Na’udzu billah mindzalik! Cinta yang tidak terpelihara dan tidak dilandasi oleh aturan agama, akan menyulap seseorang yang berawal kesenangan berakhir dengan penderitaan, dari suka menjadi duka, dari yang mudah akan dipersulit, dari yang ringan akan menjadi berat, dari yang semangat akan menjadi malas, dari yang kuat menjadi lemah dan lain sebagainya. Itulah balasan bagi orang-orang yang tidak mau mendengarkan ayat-ayat Allah SWT. Permainan cinta ini, sesungguhnya diatur secara penuh oleh Islam yang kompleks dan menyeluruh. Jadi, kewajiban kita adalah mengamalkan syari’at Islam tersebut agar terbebaskan dari cinta palsu yang melenakan. Dengan senantiasa mengharapkan ridho dan rakmat-Nya.
Bercinta bersama LDK
Bila ku ingat masa-masa yang lalu, tak pernah ku rasakan keindahan hidup seindah hari-hari ini. Memang banyak kenangan berharga saat itu, tapi tak sebahagia hari-hari ini. Walaupun terkadang ingin kembali ke masa itu, tapi tetap ku ingin lanjutkan hari-hari ini. Namun, walaupun demikian kita harus senantiasa sadar bahwa masa yang lalu yang telah dilalui, hingga hari ini yang tengah dijalani adalah merupakan bagian dari rangkaian hidup untuk mencapai kesuksesan hakiki menuju esok hari nanti yang lebih baik. Karena sejatinya kebahagiaan seseorang betul-betul diperoleh dari kesulitan-kesulitan terlebih dahulu, kesuksesan seseorang ditemukan setelah gagal berpuluh-puluh bahkan ratusan kali, tapi mereka tetap tegar dan istiqomah menjalaninya. Sebagaimana dalam pepatah bilang “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu lalu senang kemudian”. Namun jika ia lelah dan tidak ingin terus bertahan, maka ia tidak akan mendapatkan kesenangan itu dan ia juga adalah seorang pecundang. Kebahagiaanku hari-hari ini berawal dari perjumpaanku dengan LDK “Ummul Fikroh” di kampus IAIN “SMH” Banten kala ini. Kehadirannya mampu menyulap kepribadianku menjadi insan Rabbani, generasi Qur’ani dan juga dapat mempertemukanku dengan teman-teman yang lainnya dalam barisan yang satu yakni ukhuwah Islamiyah. Kehadirannya juga mampu menghidupkan ruh-ruh baru dalam diri ini, hingga dapat meluluh lantakan segala bentuk kekhilafan, kemalasan, ketidaktahuan yang ada pada separuh jiwa yang lalu. LDK memang bukanlah makhluk hidup layaknya kita manusia, akan tetapi LDK adalah sebuah lembaga yang di dalamnya terdapat mesin-mesin canggih yang digerakan oleh Aktivis Dakwah Kampus dari generasi ke generasi, yang mengajarkan tentang perjalanan hidup yang lebih berarti dan bermakna di bawah naungan al-Qur’an dan al-Hadits. Hari demi hari kita lewati bersama dalam nuansa Islami yang dapat menyejukkan suasana hatiku di tengah panasnya era modern yang syarat dengan keangkuhan dan kesombongan manusia dewasa ini.
LDK juga membimbingku tentang bagaimana menjaga keagungan sentuhan cinta yang telah dianugerahkan Sang Maha Pencipta kepada umat manusia. Siapapun yang mendapatkannya akan terpancarkan cahaya kebenaran dalam hatinya. Cinta yang pertama adalah cinta kepada Allah SWT sebagai sang Maha Pencipta alam raya ini beserta isinya, termasuk diri kita. LDK telah mengenalkan kepadaku untuk mengisi hari-hari kita untuk senantiasa membaca Al-Qur’an, mentadaburinya serta memahaminya dengan baik. Hal ini merupakan resep dasar untuk menumbuhkan kecintaan kita kepada Allah SWT dengan ayat cinta-Nya yang bisa menggetarkan jiwa seseorang yang bertaqwa. Kemudian LDK juga selalu mendorongku untuk berada di shof terdepan dalam shalat-shalat kita. Shalat-shalat yang kita dirikan baik itu shalat wajib maupun shalat sunnah adalah langkah konkrit kita untuk berusaha mendekatkan diri ke haribaan-Nya. Dan LDK juga senantiasa membimbingku untuk bergaul dan berkumpul dengan orang-orang shaleh untuk mengambil hikmah dan ilmu dari mereka sebagai upaya meningkatkan keimanan kepada-Nya serta membiasakan kita untuk selalu berdzikir di pagi dan petang dan menanamkan nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT dalam hati kita. Dengan demikian hati kita akan senantiasa teduh di bawah naungan-Nya. Cinta yang kedua adalah cinta kepada Rasulullah SAW. Selain cinta kepada Allah, LDK juga mengenalkanku bagaimana mencintai rosulullah. Hal ini dibuktikan dengan senantiasa meneladani dan mengamalkan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari kita, mulai dari Fi’liyah, Qouliyhnya, ataupun Taqririyah. LDK juga mengingaktkanku untuk selalu menyampaikan shalawat dan salam kepada rasulullah, karena atas jasanya, perjuangannya, dan pengorbanannya hingga tersebarnya agama Islam ini di hadapan kita semua. Dan LDK juga sering melatihku untuk belajar menyampaikan nasihat kepada hamba-hamba yang lain untuk beriman kepada Allah SWT, kitab-Nya dan Rasul-Nya. Karena kita sebagai umatnya wajib untuk menyambung dan melanjutkan perjuangan beliau dalam mngajak dan memperingatkan umat manusia untuk kembali ke syari’at Islam. Cinta yang ketiga adalah cinta kepada kedua orang tua kita. Ingatlah saudaraku bahwa merekalah yang telah membesarkan kita hingga saat ini. Mereka selalu memperhatikan semua kebutuhan kita, dari sejak buaian hingga kita beranjak dewasa. Apakah kita ingat saat-saat indah bersamanya dalam dekapan kasih dan sayangnya, suka dan dukanya, tawa dan tangisnya, kebahagiaan dan jeritannya dan banyak lagi yang ia laukukan untuk kita tercinta. Tak ada yang mampu menandingi kecintaan orang tua kepada anaknya hingga ia rela berkorban dan berjuang tanpa pamrih dan tak kenal lelah. Maka pantaslah Allah SWT menempatkan surga ditelapak kaki Ibu kita karena kemuliaan dan keagungan apa yang ia lakukan. Namun, jika kita lalai sedikit saja dan jauh daripada kecintaan kita kepada ibu kita, maka harga mati untuk kita terseret dalam jilatan api neraka yang teramat panas dan dahsyat. Al-Hamdulillah di LDK ini, kita senantiasa diingatkan untuk terus berbakti dan menjadi anak shaleh yang selalu mendoakannya hingga datang hari pembalasan kelak nanti. Semua ini kita laukukan hanya untuk mengharap ampunan dan lindungan dari Allah SWT. Dan semoga akan mendatangkan kebahagiaan hakiki di dunia dan di negeri akhirat kelak nanti.
Menggali Potensi, Temukan Jati Diri
Pada awalnya, sebelum mendaftarkan diri sebagai calon anggota LDK “UF”, aku selalu mengira bahwa diri ini tak mampu melakukan segala sesuatu di luar kemampuan saat itu. Kadang hatipun merasa tak sanggup menjalani hidup di dunia organisasi dakwah ini yang mungkin disebabkan tidak adanya bakat dan pengalaman tentang organisasi ke-Islaman secara mendalam dan profesional, baik dari Sekolah Dasar hingga di Madrasah Aliyah kala itu. Hal itulah yang kadang menjadi beban psikis untuk dapat membasahi seluruh tubuh ini secara totalitas di dunia organisasi ini. Sungguh awalnya ku berniat hanya untuk bisa dan mampu berbicara di depan khalayak umum karena memang LDK merupakan salah satu wadah yang memfasilitasi untuk menggembleng keterampilan berbicara, yaitu berpidato. Serta harapan kedua yang ingin ku capai adalah mengembangkan minat dan bakat di nasyid yang memang pada saat itu pernah menjadi salah satu personil nasyid yang cukup terkenal di kalangan masyarakat serang dan cilegon, yaitu tim nasyid peace voice (suara perdamaian).
Selanjutnya, dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim ku enyahkan segala perasaan psimis itu dan mulai ku dayung perahu layar ini menuju harapan dan cita yang terbesit dalam hati, yaitu ingin mampu berbicara di depan khalayak umum dan mengembangkan bakat keterampilan bernasyid. Dengan penuh kesadaran, akhirnya ku daftarkan diri untuk mengikuti kegiatan PERMATA XI (Penerimaan Anggota yang ke 11) yang waktu itu bertempat di Pon-pes Nurul Fikri Anyer. Subhanallah.. episode baru telah ku mulai dan sepertinya ku berada dalam wahana baru yang belum pernah dirasa sebelumnya betapa besar dan berharganya pengalaman baru itu yang takkan pernah terlupakkan dalam sepanjang hayatku. Dari pelatihan tersebut ku tahu LDK lebih jauh lagi dan ku paham Islam lebih mantap lagi, bukan hanya teori yang ku dapati akan tetapi implementasi dari teori ke-Islaman itu sendiri, sehingga menjadi prinsip dasar dalam menempuh kehidupan ini. Betapa indahnya jama’ah dan persaudaraan ini, menjalani hidup di bawah naungan Al-Qur’an dan Al-Hadits yang satu sama lain saling mengingatkan di kala salah dan lupa. Akhirnya ku tersentak bahwa benar lingkungan itu sangat mendukung untuk membentuk karakter dan kepribadian orang. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan memilih lingkungan pergaulan, jika berada dalam lingkungan yang penuh dengan cahaya, maka akan selamatlah hidupnya, akan tetapi jika sudah terperosok dalam lubang kegelapan maka akan selamanya dalam kegelapan.
Hari demi hari ku lalui bersama LDK “UF”, hingga pekanpun berganti menjadi bulan, dan terus ku sibukkan diri mengikuti runtinitas kegiatan-kegiatan yang telah dirancang pengurus saat itu, mulai dari kajian, ta’lim, mentoring dan tak lupa untuk latihan nasyid. Atas konsistensi dan ketaatan dalam setiap kegiatan selama satu tahun, maka tibalah saatnya pergantian pengurus yang baru dan melalui pertimbangan dewan formatur akhirnya ku diberikan amanah sebagai pengurus di Sekretaris umum LDK Fakultas tarbiyah dan adab tahun 2008-2009. Tak terasa ku lewati masa kepengurusanku yang terlihat amat belia sekali dalam menjalankan organisasi, tapi Alhamdulillah dari rapat ke rapat, dari kegiatan ke kegiatan, dari acara ke acara, mampu terealisasi bersama dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Banyak kenangan terindah dari pengalaman baru itu hingga dapat mengantarkan pada masa kepengurusan sekarang (2009-2010) yaitu diberikan amanah lagi sebagai Sekretaris Umum di LDK “UF” IAIN “SMH” Banten. Dari perjalanan itu ku mampu mengerti arti hidup di dunia ini, moralitas yang terbangun kokoh, fikroh Islamiyah yang universal, ruhiyah/keimanan yang tertata rapi di qalbu dan juga jasadiyah yang kuat melakukan banyak hal. Ku terus belajar mengenal seluruh karakter, kepribadin, potensi dan keterampilan dari sahabat-sahabatku yang lain hingga mampu mengisi kekosongan potensi dari apa tidak aku bisa. Ternyata potensi itu bisa tergali melalui sebuah upaya dan usaha di bidang apapun yang kemudian akan menjadi tata nilai, menjadi keyakinan, menjadi sikap, dan kemudian menjadi kebiasaan yang akhirnya menjadi jati diri. Segala hal pasti akan bisa kita lakukan jika kita berupaya untuk mencobanya dari langkah awal hingga langkah-langkah berikutnya. Sesungguhnya kita bisa jika kita berfikir bias.
Meraih Prestasi Hidup, di LDK “UF“
Kepedulian dan kecintaan kita terhadap dakwah ini, perlu adanya upaya perjuangan dengan menjunjung dan menegakkannya. Dalam rangka perjuangan tersebut, maka perlu ada sebuah pengorbanan dan kesungguhan dalam mengarunginya. Namun untuk melangkah ke arah itu dibutuhkan suatu cara dan jalan terbaru dan diperlukan kekuatan yang hebat, yang tentunya meski kita lewati dengan kesabaran dan ketabahan. Jika tidak maka akan tergilas oleh masalah yang kian hari makin kompleks dan variatif. Untuk mendapatkan hal-hal baru tersebut dibutuhkan sebuah pemikiran yang baru serta dibutuhkan sebuah impian dan fantasi hidup dengan diiringi suatu pengamalan atas harapan tersebut. Pada kesempatan ini kenapa kita meski bermimpi, bukankah mimpi itu adalah hal yang tidak nyata? Terus kenapa kita harus mengatur pola pikir??? Saya katakan ia.. memang mimpi itu adalah hal yang tidak nampak, tidak nyata, sebuah imajinasi dan khayalan belaka. Tapi kita hayati ucapan syeh Hasan Al-Bana bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian di hari ini adalah kenyataan di hari esok. Dari pernyataan di atas jelaslah bahwa suatu kenyataan dan keniscayaan bermula dari sebuah pemikiran dan kinerja strategi pola pikir kita yang dibayangkan dalam sebuah impian, fantasi dan imajinasi. Sehingga ada tujuan dan sasaran yang harus di tempuh di dalam hidup ini. Dan ternyata kita harus bisa mengatur dan memenej impian tersebut dengan pola pikir kita secara positif. Sehingga bisa terpacu dan termotivasi untuk meraih suatu impian tersebut.
Selanjutnya, berbicara masalah prestasi, sungguh sangatlah menyenangkan hati. Prestasi adalah sebuah penghargaan dan penghormatan bagi orang-orang yang telah meraih suatu kesuksesan. Atas dasar perjuangan, pengorbanan dan keuletan serta bersungguh-sungguh menjalaninya dari segala bentuk tantangan dan rintangan. Prestasi juga adalah sesuatu yang sangat berharga, dan setiap yang berharga itu didapat tidak semudah membalikkan telapak tanggan, akan tetapi butuh proses yang relatif lama dan diperlukan kekuatan dan kesungguhan diri. Prestasi ini bila saya ibaratkan seperti mutiara yang indah dan harganya pun sangat mahal sekali. Akan tetapi mutiara tersebut sangat sulit untuk ditemukan, karena letaknya jauh di dasar laut dan diapit dengan kerang-kerang besar sehingga menambah rumitnya dalam pencarian. Untuk mendapatkan mutiara tersebut tidak semua orang bisa melakukannya, hanya orang-orang yang tetap berjuang, berkorban dan bersungguh-sungguh serta pantang menyerah walaupun banyak sekali halangan dan rintangan yang menghadangnya. Dengan demikian, karena ketegaran dan kesabaran hatinya, ia pantas mendapatkan mutiara yang indah dan sangat berharga ini walau dibungkus dengan hiruk-pikuk masalah yang teramat rumit di sepanjang jalan samudera laut kehidupan. Itulah prestasi yang ia ciptakan melalui keuletan mencari mutiara di dasar laut.
Saudaraku… Hal ini berarti sesuatu yang berharga pasti dilalui dengan sebuah perjuangan dalam menjalaninya, dan hasilnyapun akan sesuai dengan apa yang telah dilakukan. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering merasakan berat, susah, dan ada juga yang mengatakan lelah, cape dan lain sebagainya. Namun dibalik kesulitan-kesulitan itu ada penghargaan tinggi yang diberikan Allah bagi orang-orang selalu sabar, tabah dan tawakal serta selalu menikmati kesulitan-kesulitan itu, dengan berpandangan bahwa semua ini merupakan ujian dan cobaan dari Allah SWT.
Saudaraku… Dengan demikian atas kesungguhannya menapaki kehidupan ini dengan penuh kesabaran, maka pantaslah ia mendapat tingkat yang lebih tinggi lagi. Semakin ia bersabar dan bersyukur maka semakin tinggi pula prestasi hidup yang ia dapatkan, terhormat di dunia dan mulia di akhirat kelak nanti. Yakinlah bahwa kita bisa untuk mendapatkan hal-hal yang berharga itu asalkan kita mau bersungguh-sungguh dan bersabar atas halangan dan rintangan hidup yang merupakan cobaan dan ujian dari Allah SWT. Semakin kita diuji, maka semakin tinggi pula pringkat dan derajat kita apabila dihadapi dengan kesungguhan hati dan kikhlasan diri. Wallahu a’alam bishowab…
Memikul Amanah Sebagai Sekretaris
Peran sekretaris dalam sebuah Organisasi sangatlah penting, berdasarkan fungsi dan jobless yang diembannya. Orientasi tata kerja sekretaris secara menyeluh diantaranya adalah mewakili ketua berhalangan, menjadi fasilitator organisasi dalam menjalin hubungan dan kerjasama dengan lembaga intra dan ekstra kampus, membantu ketua dalam mengkoordinir program-program organisasi, mengkoordinasi divisi-divisi yang di bawahnya, bersama ketua umum melakukan kajian kegiatan dalam rangka peningkatan kegiatan dan bertanggungjawab kepada ketua umum.
Pada prinsipnya, harapan dan impian sebagai sosok sekretaris LDK “UF” pada periode ini menyandang hal-hal tersebut di atas, dengan berupaya sekuat tenaga dan se-optimal mungkin. Namun apalah daya diri tak mampu melakukan banyak hal dalam mencapai perubahan dalam tatanan organisasi ini dan kontribusi sekretaris juga dalam alur cerita organisasi ini masih belum bisa menyatu dengan divisi-divisi yang dibawahnya. Hanya inilah yang bisa sekretaris lakukan walaupun banyak kekurangan dan keterbatasan. Akan tetapi semangat perjuangan takkan pernah pudar yang menggejolak dalam jiwa, dan akan terus membara hingga mampu membakar kayu-kayu basah di sekelilingnya.
Semangat ini muncul dari sejarah perjuangan ketika studi banding ke UNJ, bukan hanya motivasi yang kami dapatkan, tapi beberapa pelajaran penting tentang manajemen lembaga dakwah di kampus besar itu, sehingga mampu membuka cakrawala berpikir kita untuk terus maju dan bergerak. Realita yang terjadi pada diri kita sendiri memang terletak pada ukhuwah kita terlihat sedikit renggang sehingga kekompakan dan persatuan sangat sulit diimplementasikan.
Wahai saudaraku... Sungguh, jika diri ini selalu menyatu dalam barisan yang kokoh, maka perubahan akan terjadi pada diri kita. Setelah itu, bukan hanya diri kita yang akan berubah (LDK ”UF”), tapi kampus kita tercinta ini (IAIN ”SMH” Banten) juga akan memancarkan cahaya perubahan dengan kilauan yang berwarna-warni. Dan di antara kilauan cahaya itu terdapat karya-karya kita yang terukir dalam catatan sejarah peradaban IAIN sebagai jejak-jejak kehidupan kita.
Wahai saudaraku... Kita berjuang tidak hanya orientasi kemenangan dunia, akan tetapi jauh lebih agung dan mulia memperjuangkan tegaknya agama Allah di bumi IAIN ”SMH” Banten. Memang berat tugas kita, tapi tidak ada pilihan lain selain untuk berjuang di jalan ini. Hal ini menandakan jika kita tidak berjuang di jalan Allah, maka kita berjuang di jalan yang tidak diridhoi Allah, yang sungguh tidak akan mendapatkan kemanfaatan sedikitpun. Hal ini yang menjadi renungan kita untuk berjuang membina kita, teman-teman kita, saudara-saudara kita, bahkan kampus yang kita injak saat ini. Siapapun kita, apapun latar belakang kita, dan dari manapun kita, mengajak kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai panduan kita yang akan memberikan syafaat dan pertolongan di akhir kiamat nanti. Kita tetap berjuang dan berkorban dengan porsi dan level kita masing-masing. ”Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. Lanjutkan perjuangan! Allahu Akbar...!!!
Oleh : Nidi Sarmidzi